Info Terkini

15 Titik Jalan Rusak Dan Rawan di Sumut

Medan-baraksumatera.blogspot.com- 15 titik jalan rusak dan rawan bencana alam di Provinsi Sumatera Utara akan mengancam keselamatan bagi pemudik Hari Raya Idul Fitri di titik daerah tertentu. Kerusakan jalan dan titik rawan longsor diantaranya di jalur utama pemudik akan mengganggu kenyamanan dan kelancaran arus mudik lintas sumatera. Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Drs Heru Prakoso kepada wartawan, Rabu (8/8) pagi menjelaskan, ruas jalan rusak di jalur utama mudik terdapat 15 titik diantaranya, Tanah Karo, Taput, Tobasa, Madina dan Tapsel. “Jumlah itu daopat diketahui setelah hasi berkoordinasi dengan instansi terkait menjelang perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah. Oleh itu, pemudik diminta perlu lebih berhati-hati dan lebih baik mencari jalan yang, lebih aman,” Jelas Heru. Jalan rusak hasil survei juga menemukan daerah rawan, sebanyak 10 lokasi dimulai dari Medan, Simalungun, Tanah Karo, Taput, Tapteng, Madina, Dairi, Humbahas dan Sibolga. Sementara, jembatan rusak diketahui ada dua lokasi yaitu Madina dan Stabat. “Bisa dilewati kendaraan tetapi harus mengantri. Pengemudi diminta lebih bersabar dan jangan menyerobot, harus menggunakan jalur antrian,”Jika menyerobot bisa memperparah kemacetan,” jelas Heru lagi. Lokasi rawan macet diperkirakan mencapai 20 titik di 7 kabupaten/kota diantaranya Sergai, Medan, Langkat, Asahan, Deli Serdang, Tanah Karo dan Labuhan Batu. Untuk rawan kecelakaan, hampir seluruh wilayah hukum di 26 polres masing-masing terdapat titik yang perlu diperhatikan dan berhati-hati. Ops Ketupat berlangsung selama 16 hari, sejak Sabtu (11/8) hingga Senin (26/8) dibagi dua skala prioritas. “Pertama 18 Polres yakni Polresta Medan, Deli Serdang, Langkat, Binjai, Belawan, Tanah Karo, Sergai, Tebing Tinggi, Siantar, Simalungun, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Tapteng, Tapsel, Padang Sidimpuan, Sibolga dan Madina,” Ungkap Heru. Delapan Polres yang lain, dijelaskan mantan Wakil Direktur Lalulintas (Wadir Lantas) Polda Sumut ini, merupakan imbangan yaitu Taput, Tobasa, Humbahas, Samosir, Pakpakbarat, Dairi, Nias dan Nisel. Khusus wilayah yang dinilai memiliki potensi kriminalitas tinggi, lanjutnya, Polda Sumut menempatkan Personil Brimob bersenjata laras panjang. “Di wilayah yang sangat mendapat perhatian daerah Pantai Utara (Pantura) yang sering terjadi kasus pencurian dengan kekerasan termasuk bajing loncat,” tegasnya. Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumut Kombes Pol Iwan Hari Sugiharto menyebutkan, 3388 personil Polda Sumut disiapkan di lokasi strategis dan rawan kriminalitas, macet serta kecelakaan lalulintas tergabung dalam Pos Pengamanan (Pos Pam) menjelang perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah. "Pos Pam yang disiapkan mencapai 108 lokasi untuk pengamanan 290 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 889 Bank termasuk Anjungan Tunai Mandiri, 137 pegadaian, 195 lokasi wisata, 106 tempat pelaksanaan salat Idulfitri dan 861 titik pembagian zakat di luar Badan Amil Zakat. Penjagan beroperasi 24 jam. Kemudian, ada 12 Pos Pelayanan (Pos Yan) ditempatkan pada titik-titik strategis untuk peristirahatan para pengemudi melepas lelah, hendak mudik. "Jika sudah terlalu letih atau mengantuk, sebaiknya beristirahat untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan," demikian jelasya kepada wartawan(Aktivis Barak Sumatera).

. Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Barak Sumatera l e-mail: baraksumatera@gmail.com. Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.